Jenis Kamera CCTV Paling Sering Di Gunakan – CCTV merupakan alat yang sering di gunakan sebagai pengawasan yang banyak di temui berbagai tempat umum, seperti di Bank, Perusahaan, Kantor, Rumah dan lain sebagainya. Dalam membeli kamera CCTV hal terpenting yang harus di ketahui merupakan jenis-jenis kamera CCTV itu sendiri. Pada dasarnya CCTV memiliki banyak jenis, dan masing-masing jenis CCTV tersebut mempunyai karakteristik tersendiri yang harus anda ketahui. Jika anda salah dalam memilih kamera CCTV, anda akan mendapatkan CCTV yang kurang bagus untuk di gunakan.
Berikut nerupakan jenis CCTV yang sering du gunakan.

Baca juga: 

PTZ Camera

PTZ Camera

PTZ atau yang dikenal dengan PAN, TILT, ZOOM adalah jenis kamera pengawas yang paling banyak digunakan di bank. PAN merupakan kemampuan pada kamera pengawas yang bisa bergerak, baik ke kanan maupun ke kiri. TILT sendiri merupakan kemampuan kamera yang memungkinkan kamera pengawas bisa bergerak ke arah atas dan bawah. Sedangkan ZOOM adalah kemampuan kamera pengawas yang bisa memperbesar gambar hingga berkali lipat. Kamera ini bisa berputar secara otomatis ataupun manual dengan bantuan controller.

Bullet Camera

Kamera Bullet

Jenis CCTV yang ini mungkin sudah sering kamu lihat di tempat-tempat umum. Dalam penggunaannya, kamera ini dapat digunakan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan. Keunggulan yang dimiliki jenis kamera ini merupakan dapat tahan terhadap air. Umumnya, bullet camera banyak dipasang di dinding ataupun langit-langit rumah. Jenis kamera ini tidak di desain dengan adanya tilt, pan atau zoom. Karena pada dasarnya, kamera pengawas ini digunakan untuk menangkan obyek pada arah yang tidak berubah atau tetap.

 

Box Camera

Kamera CCTV Box

Jenis kamera CCTV ini memiliki kemampuan zoom yang sangat bagus. Penempatannya sendiri biasanya akan dipasang di bidang yang vertikal. Kekurangan yang dimiliki jenis kamera ini merupakan sangat membutuhkan pencahayaan agar bisa menangkan suatu obyek dengan baik dan jelas. Keunggulannya memakai infrared dengan tambahan beberapa alat yang mengoptimalkan kinerjanya. Kinerja kamera ini akan menjadi lebih unggul apabila ada housing kamera.

Dome Camera

Dome Camera

 

Di beri nama dome karena mempunyai bentuk yang hampir sama dengan bentuk kubah. Tujuan dari bentuk kamera ini sendiri agar arah kamera tidak terdeteksi namun terlihat oleh mata. Jenis Dome kamera yang banyak dijual di pasaran adalah fix camera, yaitu kamera yang sistem kerjanya hanya dapat mengarah ke satu arah saja. Di pasaran, tidak sedikit dome kamera yang dapat diputar dengan cepat atau yang dikenal dengan nama speed dome.

Komponen CCTV PTZ Camera (Pan, Tilt, Zoom) – Pan Tilt Zomm singaktan dari PTZ merupakan camera CCTV yang dapat bergerak ke arah kanan dan kiri, naik turun, dan bisa melakukan fungsi zoom. PTZ camera terbagi menjadi 2 kategori, yaitu konvesional dan telemetry receiver, terdapat perbedaan dalam 2 kategori PTZ camera. Perbedaannya terletak pada kabel yang di gunakan, sistem konvesional memerulakan sedikitnya 10 pegantar (kabel isi), sedangakan telemetry receiver hanyan membutuhkan kabel isi hanya 2 saja.

Baca juag: Komponen Instalasi Kamera CCTV

Pada sistem konvensional, untuk mengontrol camera diperlukan PTZ Controller. Controller ini memiliki dua jenis tegangan output, yaitu DC12V untuk lensa dan AC24V atau 220V untuk motor. Pada bagian tengahnya terdapat knop potensiometer yang bertuliskan Lens Speed. Fungsinya untuk mengatur kecepatan Zoom, Focus dan Iris (kecuali untuk jenis Auto Iris). Pada speed max. gerakan zooming akan cepat, karena tegangan yang keluar adalah 12VDC. Pada kondisi speed min. gerakan zoom akan lambat dan halus, karena tegangan output dari controller berkurang. Adapun kecepatan gerakan motor sudah tidak dapat diatur lagi (factory standard). Cirebon CCTV – Saat ini PTZ konvensional masih cukup banyak dipakai di berbagai tempat, seperti di kawasan industri, bank, public area dan kantor pemerintahan. Sekalipun masih berfungsi, namun peralatannya kebanyakan sudah tergolong “kuno”.

Keuntungan dari sistem PTZ konvensional adalah:

– Pan tilt head (motor) memakai tegangan biasa, sehingga mudah dipahami.
– Harga peralatannya relatif murah.
– Analisa masalah di lapangan mudah dilakukan.
– Operator tidak memerlukan pengetahuan khusus dalam mengoperasikannya.

Sedangkan kekurangan dari sistem PTZ konvensional ini, diantaranya adalah:

– Memerlukan banyak penghantar -minimal kabel isi 10-, sehingga instalasinya lumayan berat.
– Tegangan 12VDC untuk lensa tidak bisa mencapai jarak jauh, umumnya di bawah 200m saja.
– Harga multicore cable (kabel isi banyak) untuk jarak jauh terbilang mahal.
– Bentuk motor dan housing-nya besar, sehingga tidak kompak dan terkesan ketinggalan jaman. 5. – Popularitasnya mulai tergeser oleh sistem Receiver dan Speed Dome Camera.