Pengertian IP Camera – IP camera merupakan jenis kamera video digital yang dapat digunakan untuk memantau keamanan secara langsung menggunakan internet dan dapat menyimpannya. Meskipun webcam juga dapat melakukan hal yang sama, namun istilah ”IP Camera” atau “Network Kamera” umumnya hanya dipergunakan untuk media pengawasan keamanan. IP Kamera pertama kalinya digunakan pada tahun 1996.

Kelebihan IP Camera

Keuntungan dari penggunaan IP camera ialah biayanya yang relatif sedikit. IP Camera ini berukuran kecil dan dapat tekoneksi dengan Wi-Fi Anda serta penggunaanya untuk keamanan sehingg dapat mencegah tindakan kriminal atau sebagai bukti jika terjadi sesuatu.

IP Camera dengan tipe terbaru dapat menangkap gambar sesuatu yang bergerak di depan mereka dan langsung mengirimkan notifikasi ke email Anda. IP Camera juga dapat di setting untuk merekam video. Dengan rekaman tersebut, jika ada tindakan kriminal maka akan sangat terlambat untuk pencuri tersebut mematikan kamera karena sudah terekam dan dikirim melalui email. Anda juga dapat menggunakan sticker yang menandakan adanya cctv agar mencegah tindakan kriminal.

Kelebihan IP Camera yang paling menarik ialah Anda dapat mengontrolnya dengan menggunakan aplikasi yang disatukan dengan smartphone login langsung ke kamera secara live melalui internet menggunakan aplikasi yang di disediakan produsen. Sehingga anda dapat memantaunya dimana saja dan kapan saja walaupun anda tidak berada disana.

ip camera

Macam-Macam IP Camera

IP camera terpusat : jenis IP Camera ini memerlukan pusat Network Video Recorder (NVR) agar dapat merekam video dan manajemen alarm.

IP camera desentralisasi : jenis IP kamera CCTV ini tidak memerlukan pusat NVR karena dapat menggunakan media SD Card, NAS (Network Attached Atorage), komputer atau server.

Latar Belakang dan Sejarah IP Camera

Kamera IP terpusat pertama kali dirilis pada tahun 1996 oleh Axis Communications dan dikembangkan oleh Martin Gren dan Carl-Axel Alm. IP Camera tersebut diberi nama Axis NetEye 200 dengan menggunakan web server kustom internal pada kamera. Pada akhir tahun 1999, Linux pertama kalinya digunakan untuk mengoperasikan IP kamera itu. Axis juga mengembangkannya dengan API tingkat rendah yang disebut “VAPIX”, serta dikoneksikan pada HTTP standar terbuka dan RTSP. Arsitektur terbuka ini ditujukan untuk mendapatkan pengembang dari aplikasi pihak ketiga agar menciptakan software yang kompatible untuk merekam video.

IP Camera desentralisasi yang pertama dirilis pada tahun 1999 oleh Mobotix dikombinasikan dengan sistem Linux. Sistem kamera ini tidak menggunakan lisensi software untuk dapat mengatur perekaman video serta alarmnya. Kamera IP pertama dengan analisis konten video onboard (VCA) dirilis pada tahun 2005 oleh Intellio. Kamera CCTV ini dapat mendeteksi banyak event yang berbeda, contohnya jika sesuatu barang dicuri atau dipindahkan letaknya, seseorang memasuki daerah tertentu, atau sebuah mobil yang bergerak ke arah yang berlawanan. Kamera IP tersedia dari resolusi 0,3 (VGA) hingga 29 megapiksel. Saat ini telah banyak digunakan IP kamera dengan resolusi video HD (high-definition) 720p dan 1080i dengan format widescreen 16 : 9.

Standar IP Camera

CCTV Analog menggunakan format siaran televisi seperti Common Intermediate Format (CIF), NTSC, PAL, dan SECAM. Setiap kamera IP dapat memiliki fitur dan fungsi, skema encoding video kompresi, protokol jaringan yang tersedia, dan API yang berbeda. Untuk mengatasi masalah standarisasi IP kamera ini dibentuklah dua institusi yaitu ONVIF dan PSIA. Psia didirikan oleh 20 anggota perusahaan seperti Honeywell, GE dan Cisco. Sedangkan ONVIF didirikan oleh Axis Communications, Bosch dan Sony.

Komponen Utama sistem CCTV –  (Closed Circuit Television) biasanya digunakan untuk meningkatkan sistem keamanan. Banyak variasi dan keunggulan berbeda-beda yang disediakan untuk meningkatkan sistem keamanan. Anda juga harus mengenali lingkungan yang ingin di pasang CCTV agar hasil rekaman yang disimpan tampak bagus dan jelas. Contohnya, jika menggunakan CCTV tanpa fitur infrared diruangan tertutup tanpa adanya sinar matahari atau lampu, maka sia-sia saja CCTV tersebut.

Berikut ini ada beberapa jenis Kamera CCTV yang sering digunakan masa kini:
1. Bullet Camera

Bullet Camera

CCTV dengan kamera jenis ini dapat diguakan diberbagai tempat baik dalam ruanagan maupun luar ruangan. Biasanya digunakan untuk menangkap suatu gambar dengan sudut pandang yang konstan atau tetap. Tempat pemasangannya biasanya di dinding gedung atau di langit-langit gedung.

2. Day-Night Camera

Day-Night Camera

Kamera ini unggul dalam lingkungan yang berintensitas cahaya berlebihan, seperti sinar matahari. Kamera ini dapat merekam gambar dengan jelas meskipun pada kondisi terlalu terang.

3. Infrared Camera

3. Infrared Camera

Jenis CCTV ini lebih sering dikenal dengan Night Vision Camera, karena dapat merekam gambar pada keadaan suasana yang gelap dengan lampu infrared yang dimilikinya

4. Board Camera

Board Camera
Camera jenis ini bisanya digunakan pada laptop atau komputer yang biasa dikenal dengan sebutan webcam. Kualitas dari kamera ini biasanya lambat dan kualitas gambar yang rendah.

5. PTZ Camera

 PTZ Camera
PTZ( Pan Tilt Zoom) Camera jenis ini memili 3 fitur yang unik seperti yang tercantum pada namanya. Fungsi Pan pada kamera ini untuk bergerak secara horizontal(ki-kanan). Fungsi Tilt berarti Kamera dapat bergerak ke atas atau kebawah (Vertikal). Fungs Zoom pada kamera jenis ini berarti kamera dapat memperbesar gambar berkali-kali lipat untuk memperjelas gambar yang diperoleh.

6. Box Camera

Box Camera
Dengan kamera jenis ini sering digunakan untuk melihat gambar-gambar yang jauh sehingga cocok digunakan diluar ruangan. Kamera ini dilengkapi dengan fitur zoom yang jauh dibandingkan PTZ Camera.Kelemahannya camera ini membutuhkan pencahayaan yang kuat agar dapat menangkap cahaya dengan jelas.

7. Ip Camera/ Network Camera

Network Camera
CCTV jenis ini biasanya membuthkan jaringan internet untuk mengirimkan gambar yang direkannya ke monitor. Kamera jenis ini memiliki tingkat resolusi gambar yang sangat tinggi dna unggul dari CCTV analog. Karna menggunakan jaringan internet, bila signalnya jelek maka gambar yang dikirimkan pun akan rusak dan kurang bagus

8. Dome Camera

Dome Camera
Bentuk CCTV ini seperti kubah, fungsinya agar CCTV sulit dilihat oleh mata sehingga cocok digunakan untuk melakukan penyergapan dan penyelidikan. Tetapi kelemahan dari kamera ini hanya mengarah pada satu arah pandangan sana, sehingga sudut pandang yang didapat sangat terbatas.

Perbedaan CCTV Vs IP Camera – Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan personal maupun instansi untuk melakukan pemantauan terhadap rumah maupun aset miliknya, maka keberadaan sistem video surveillance sangatlah penting. Surveillance yaitu suatu aktifitas yang berhubungan dengan pemantauan (monitoring) area publik, kantor, rumah dan perilaku orang di lingkungan tertentu. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk tindakan preventif untuk alasan keamanan dan juga dokumentasi yang bisa dijadikan sebagai bukti otentik bila terjadi suatu kejadian yang tidak diharapkan.

Untuk mendukung sistem video surveillance, maka diperlukan perangkat yaitu kamera CCTV maupun IP camera (network camera). Dalam kesempatan ini kita akan membahas perbedaan mendasar yang berkaitan dengan kedua perangkat tersebut.

Perbedaan Berdasarkan Pengertian
CCTV singkatan dari Closed Circuit Television, yang artinya sebuah kamera CCTV analog sebenarnya bisa langsung dilihat melalui layar televisi tabung atau LCD pada umumnya. Jika ada lebih dari satu kamera, maka diperlukan perangkat tambahan seperti matrix maupun DVR untuk dapat menampilkan kamera tersebut pada sebuah layar televisi.

Contoh Instalasi Single kamera CCTV

Contoh Instalasi Kamera CCTV 4 Channel dengan DVR

IP Camera atau sering disebut sebagai network camera yaitu sebuah perangkat kamera video digital yang dapat menerima dan mengirim data melalui jaringan komputer (PC). Jadi IP Camera bisa diakses (dilihat) secara langsung melalui jaringan lokal area (LAN). Jika ada lebih dari satu IP camera, maka diperlukan switch tambahan dan untuk melihatnya kamera tersebut anda perlu menginstall program viewernya di komputer (PC) anda. Umumnya program yang disertakan dalam paket IP Camera tersebut bersifat free dan bisa menampilakan hingga 16Ch.

Contoh Instalasi Single IP Camera

Contoh Instalasi 4 Unit IP Camera

Perbedaan Berdasarkan Sensor Gambar (Image)
Sensor gambar berfungsi untuk mengubah gambar optikal menjadi sinyal elektronik. Kamera CCTV menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device). Dalam sensor CCD, setiap besaran pixel ditransfer melalui jumlah yang sangat terbatas dari output node (seringkali hanya satu) yang akan dikonversi ke tegangan, ter-buffer dan dikirim menuju chip sebagai sinyal analog. (terjemahan dari www.dalsa.com)

Sendor CCD

Sedangkan IP Camera menggunakan sensor CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). Pada sensor CMOS, setiap besaran pixel dikonversi tersendiri ke tegangan dan sensor terdiri dari amplifier, noise-correction dan sirkuit digitalisasi sehingga output chip menjadi bit digital. Fungsi lainnya meningkatkan kompleksitas desain dan mengurangi area yang tersedia untuk menangkap cahaya.

Sensor CMOS

Perbedaan Berdasarkan Media Transmisi Sinyal Video
Seperti yang telah dijelaskan pada contoh gambar instalasi di atas. Penggunaan media transmisi sinyal video untuk implementasi kamera CCTV menggunakan kabel coaxial dengan konektornya yang disebut BNC (Bayonet Neill–Concelman). Setiap kabel coaxial memiliki karakteristik impedansi yang berbeda. Umumnya impedansi perangkat CCTV yaitu 75 ohm, maka untuk meminimalisasi kehilangan (losses) gambar video diperlukan kecermatan dalam memilih tipe kabel. Sebenarnya setiap kabel memiliki keterbatasan jarak dalam mentransmisikan sinyal video. Ada beberapa tipe kabel coaxial yaitu RG-59, RG-6 dan RG-11. Berikut ini panjang (jarak) instalasi kabel yang direkomendasika yaitu 750-1000 ft (228.6-304.8 meter) untuk RG-59, 1000 – 1500 ft (304.8-457.2 meter) untuk RG-6 dan 2000 – 2500 ft (609.6-762 meter) untuk RG-11. Rekomendasi tersebut diterbitkan oleh West Penn Technical Wire.

Pada IP Camera media transmisi sinyal video yang digunakan yaitu kabel UTP (unshielded twisted pair) dan konektor yang digunakan yaitu RJ-45. Kabel ini merupakan tulang punggung (backbone) dari Jaringan Komputer berbasis TCP/IP. Untuk implementasi IP Camera pemilihan tipe kabel UTP didasarkan pada jumlah kamera yang akan di pasang (berkaitan dengan bandwidth) dan untuk panjang kabel, jarak umum yang direkomendasikan yaitu 100 meter (328 ft). Ada beberapa tipe kabel UTP yang digunakan untuk implementasi IP camera yaitu sebagai berikut :

Cat 5/5e – Mendukung standar 100Base-T, bandwidth hingga 100Mbps dengan frekuensi 100Mhz. Kabel ini dapat juga mendukung 1000Base-T.
Cat 6 – Mendukung standar 1000 Base-T, bandwidth hingga 1000Mbps dengan frekuensi 250Mhz. Kabel ini dapat juga mendukung 10GE ​​dengan jarak yang terbatas .
Cat 6A – Mendukung standar 10G Base-T, bandwidth hingga 10Gbps dengan frekuensi 500Mhz .
Cat 7 – Mendukung standar 10G Base-T, bandwidth hingga 10Gbps dengan frekuensi 600Mhz.
Cat 7A – Mendukung standar 10G Base-T, bandwidth hingga 10Gbps dengan frekuensi 1000Mhz. Selain itu, kabel ini juga dapat mendukung 40Gbps bandwidth untuk jarak sekitar 50 meter dan 100Gbps bandwidth untuk jarak sekitar 15 meter.

Kabel UTP

Perbedaan Berdasarkan Media Penyimpanan (storage)
Aktifitas yang ditangkap (direkam) oleh kamera CCTV pada umumnya disimpan pada sebuah alat yang disebut DVR (Digital Video Recorder) dan saat ini sudah ada DVR yang mendukung Hard disk dengan kapasitas Terabytes. Sedangkan untuk IP Camera media penyimpanannya disebut NVR (Network Video Recorder). Kedua media penyimpanan tersebut umumnya menggunakan OS (Operating System) Linux. Namun dipandang dari segi fleksibilitas, IP Camera lebih memberikan banyak pilihan. Karena tanpa NVR pun kita bisa merekam aktifitas IP Camera di PC/Notebook dengan menggunakan software VMS (Video Management System) dan CMS (Central Management Software). Biasanya kalau kita membeli IP Camera made in Taiwan dalam paket tersebut telah dilengkapi dengan free software 16-32Channel viewer dan juga memiliki fungsi recording.

Digital Video Recorder (DVR)

Network Video Recorder

Central Management System (CMS)

Perbedaan Berdasarkan Resolusi Gambar (Image)
Karena kedua perangkat tersebut menggunakan sensor yang berbeda, maka untuk resolusi pun menggunakan satuan yang berbeda. Resolusi gambar adalah istilah umum yang menggambarkan detil dari sebuah gambar yang ditampilkan. Istilah ini berlaku untuk raster gambar digital, gambar film, dan jenis-jenis gambar lainnya. Semakin tinggi resolusi berarti lebih detail gambarnya. Untuk kamera CCTV analog, resolusi tergantung pada besar nilai TV Lines (TVL) dan umumnya kamera yang ada dipasaran saat ini memiliki tingkat resolusi 380, 420, 480, 520, 600 sampai dengan 700 TVL. Semakin besar nilai TVL kamera, maka kualitas gambarnya akan semakin bagus. Sedangkan IP Camera memiliki istilah tingkatan resolusi seperti QCIF (176×144), QVGA (320×240), VGA (640×480), D1/720p (1280×720), Quad-VGA (1280×960), Full HD/1080p (1920×1080) dan QXGA (2048×1536) pixel.

Mengapa Kamera IP Penting Bagi Keamanan Rumah atau Bisnis – Saat ini kamera ip atau kamera network bukanlah barang baru di Indonesia dan dengan hadirnya berbagai merek ternama membuat persaingan begitu ketat. Banyak orang beranggapan produk teknologi tersebut masih relatif mahal. Namun Edimax hadir memperkenalkan produk kamera ip dan memberikan solusi dengan harga yang kompetitif tentunya.

Belakangan ini, edimax telah bekerjasama dengan Speedy Home Monitoring (SHM). Speedy Home Monitoring memungkinkan Anda untuk menangkap, merekam, dan memonitor suatu ruangan atau area tertentu dengan menggunakan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy. Oleh karenanya layanan ini dapat Anda nikmati dengan menggunakan jaringan Speedy. Anda dapat mengakses hasil monitoring dari kamera Anda melalui web browser. Tidak hanya itu saja, pengaturan masing-masing IP Camera juga dapat dilakukan melalui web browser. SHM menyediakan media penyimpanan yang ditangani secara terpusat sehingga Anda hanya perlu menyediakan kamera dan tak perlu repot lagi dengan urusan penyediaan tempat penyimpanan data dan penyediaan server. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai “Alasan Mengapa Kamera IP Penting Bagi Keamanan Rumah atau Bisnis Anda” silahkan baca di sini.

Beberapa keuntungan menggunakan kamera ip :

1. Anda dapat mengakses langsung melalui internet atau mobile phone.

Yang perlu anda lakukan yaitu berlangganan internet, melakukan konfigurasi router, melakukan konfigurasi di kamera ip dan mengakses kamera ip dengan menginstal aplikasi di mobile phone atau bisa juga melalui browser. Berbeda dengan kamera analog, jika anda ingin mengakses dari internet anda perlu membeli perangkat video server atau DVR untuk dapat melihat (monitoring) kamera tersebut.

2. Anda dapat melakukan recording (merekam aktifitas) kamera ip dari rumah atau kantor.

Sebagai contoh kasus, jika anda memasang kamera ip di kantor yang telah terhubung dengan koneksi internet. Maka anda dapat merekam aktifitas kamera ip tersebut dari rumah atau sebaliknya dengan menggunakan software utilities yang terdapat dipaketnya.

3. Tempat penyimpanan (storage) untuk hasil rekaman lebih fleksibel dan aman.

Hal ini terkait dengan marak pencurian dan pembobolan sebuah rumah atau kantor, pada umumnya diikuti dengan pengrusakan kamera dan tempat penyimpanan hasil rekamannya. Namun dengan metode rekaman yang tidak tersentralisasi ini akan lebih aman karena walaupun kamera dirusak tapi rekaman pelaku maupun tidakan para pelaku kejahatan tersebut sudah terekam di tempat lain.

4. Resolusi video bisa diatur sesuai dengan kecepatan upload koneksi internet.

Salah satu hal yang masih banyak belum diketahui oleh orang awam adalah mengenai koneksi internet. Jika anda menggunakan kamera ip dan hendak mengakses via internet, maka yang anda butuhkan adalah upload speed lebih besar dari download speed. Sebagai contoh, jika anda memiliki koneksi internet dengan kecepatan 1 Mbps yang diberikan ISP, maka cek terlebih dahulu kecepatan upload dan download anda di http://speedtest.net. Untuk memasang 1 unit kamera ip dengan resolusi video 320×240, fps :15 (frame per second) dan image video menggunakan mjpeg, maka setidaknya anda memerlukan upload speed berkisar antara 100-125kbps. Untuk itu, resolusi video haruslah disesuaikan dengan seberapa besar upload speed anda. Semakin besar upload speed anda, maka semakin besar pula resolusi video yang dapat digunakan. Jika resolusi anda besar maka akan berpengaruh pada kualitas gambar rekaman dari kamera ip anda.

Semoga artikel ini bermanfaat dan akan saya lanjutkan kembali dengan materi lainnya. Jika anda ingin mengikuti training khusus untuk pemahaman mengenai teknologi surveilance khususnya kamera CCTV analog dan kamera ip, silahkan ikuti update terbaru di website ini.

Android Apps Gratis Yang Mendukung Network Camera Edimax – Pada umumnya ketika seseorang sebelum atau setelah memasang network camera, mereka bertanya kepada penjual Apakah network camera Edimax bisa dipantau atau dimonitor melalui mobile phone? Hal tersebut terkadang menjadi sebuah acuan yang harus bisa dipenuhi setiap vendor, mengapa demikian? Para user atau pengguna sepertinya ingin sesuatu yang fleksible. Dimana mereka menginginkan melakukan pemantauan terhadap network camera dimana saja dan kapan saja.

Apalagi bagi mereka yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi, Tentunya akan sangat merepotkan jika untuk memantau network camera saja harus membuka PC atau notebook pribadinya. Dalam kesempatan ini, saya akan sharing mengenai beberapa aplikasi gratis (Android App) yang bisa anda download dan install di mobile phone Android anda.

IP Cam Viewer Basic

Telah mendapatkan Software Award 2011 Terbaik dalam kategori Utilitas. Anda dapat melihat dan mengontrol kamera IP, DVR, Network Video Recorder, kamera lalu lintas, CCTV atau WebCam dari jarak jauh menggunakan aplikasi Android menggunakan ponsel, honeycomb, ics, dan jelly bean tablet. Untuk versi gratisnya anda dapat menampilkan delapan network camera sekaligus.

Logo IP Cam Viewer Basic App

Screenshots

tinyCam Monitor

Sama halnya dengan IP Cam Viewer, tinyCam Monitor adalah salah satu aplikasi terbaik yang tersedia untuk Android untuk pemantauan jarak jauh, kontrol dan merekam video digital untuk jaringan privat atau publik atau kamera IP, video encoders dan DVR.

Logo tinyCam Monitor Free App

Screenshots

EdiView

EdiView merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Edimax khusus untuk network camera SOHO (seperti IC-3005Wn, IC-3015Wn, IC-3030iWn, IC-7010PTn dll) dan belum support untuk audio. Jenis streamning yang ditampilkan yaitu mjpeg.

Logo EdiView App

Screenshots

Speedy Monitoring

Speedy Monitoring memungkinkan anda untuk menangkap, merekam, dan memonitor suatu ruangan atau area tertentu dengan menggunakan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy. Oleh karenanya layanan ini dapat Anda nikmati dengan menggunakan jaringan Speedy. Anda dapat mengakses hasil monitoring dari kamera Anda melalui web browser. Tidak hanya itu saja, pengaturan masing-masing IP Camera juga dapat dilakukan melalui web browser. Aplikasi ini dikembangkan oleh GITS Indonesia dan tampilan streaming videonya diintegrasikan dengan portal speedy monitoring. Jadi bagi anda pelanggan speedy monitoring, saya sarankan menggunakan aplikasi ini untuk mempermudah pemantauan network camera anda.

Logo Speedy Monitoring App

Screenshots

Edimax IC-3005Wn IP Kamera Murah – Tekonologi kamera cctv analog saat ini yang marak dipasarkan di toko elektronik, lambat laun akan tergeser dengan hadirnya kamera ip dengan berbagai merek. Pasalnya dari segi harga dan teknologi yang ditawarkan, kamera ip akan menjadi pilihan masyarakat kalangan menengah keatas di masa akan datang. Salah satu solusi tepat yang bisa anda gunakan untuk mengawasi rumah seperti ruang tamu, kamar anak dan garasi mobil.

Kamera IP dari Edimax tipe IC-3005Wn merupakan kamera yang sudah dilengkapi fitur video streaming MJPEG dan MPEG4. Selain dapat terkoneksi dengan router wireless n, juga disediakan port LAN jika di rumah anda tidak memiliki koneksi nirkabel. Ada beberapa alasan mengapa kamera ip akan lebih menonjol dan banyak di minati :

1. Mendukung koneksi nirkabel IEEE802.11b,g dan n.
2. Intalasi cukup mudah, artinya anda tidak perlu kerepotan memasang kabel coaxial.
3. Tidak memerlukan DVR (Digital Video Recorder), karena sudah dilengkapi dengan aplikasi gratis viewer kamera sampai 16 channel. Cukup dengan menginstall program tersebut anda bisa merekamnya di komputer dan tersedia juga fasilitas cycle recording (merekam berulang kali). Catatan : untuk menghemat energi dan biaya, lakukanlah proses perekaman saat malam hari atau saat anda akan berpergian ke luar rumah.
4. Didukung dengan fitur DDNS, artinya jika anda mendapatkan ip address dinamik dari ISP. Anda dapat mendaftarkan ip address ke layanan dynamic domain name server gratis, seperti : www.no-ip.com dll. Sehingga jika anda ingin mengakses kamera ip anda dari luar melalui internet, anda cukup mengingat nama domain untuk kamera anda, contoh : http://kameraipku.no-ip.org.

Untuk lebih mengenal lebih dalam produk ini, saya akan menapilkan beberapa fitur yang menarik, seperti gambar dibawah ini :

Support WPS dan Koneksi Wireless

Menu Digital Zoom

Menu Pengaturan Untuk Mendeteksi Gerakan

Menu Pengaturan Email dan FTP

Tampilan aplikasi gratis ipcam viewer 16CH

Perbedaan Pemasangan CCTV Analog dan IP Camera Simpelnya yang disebut dengan cctv analog adalah kamera yang media transmisi datanya menggunakan kabel coaxial. Tidak ada proses digital pada output video. Murni hanya sinyal listrik video 1 Vp-p yang dirambatkan melalui kabel, bukan berupa data 1 dan 0.

Instalasinya pun simpel, relatif gampang dibanding IP camera. Tidak dibutuhkan pemahaman lebih di bidang IT. Cukup dengan menarik kabel coaxial dan power kamera. Setelah itu pasang kamera pada posisinya, power up, dan masukan output kamera ke monitor (atau ke DVR), video output langsung bisa dilihat. Cara mengkrimping konektor BNC pun terbilang cukup mudah, karena hanya ada 2 pasang kawat yang terdapat pada kabel coaxial, yaitu kawat inti dan pelindungnya. cctv analog dengan monitor

Walaupun DVR memproses lagi sinyal video secara digital, tetap sistem tersebut disebut dengan sistem cctv analog. Kemudahan instalasi masih tetap menjadi kelebihan cctv analog walaupun sistem menggunakan 4, 8, 9, atau bahkan 16 kamera sekalipun. Semua kabel coaxial ditarik ke DVR. Dengan kemudahan instalasi ini pula maintenance jadi lebih mudah.

cctv analog with dvr

Kualitas gambar video tergantung pada kualitas kabel coaxial yang digunakan. Gambar masih bisa ditangkap dengan baik pada jarak 250 meter jika kabel coaxial berkualitas bagus. Jika masih diperlukan jarak yang lebih panjang lagi, katakanlah 1 – 2 Km, BALUN bisa menjadi alternatif sebagai pengganti coax dan tentunya dengan menambahkan device dan kabel UTP CAT5.

Berbeda dengan IP camera, setiap kamera pada sistem ini harus mempunyai ID unik. ID berupa IP Address ini harus di rencanakan alokasinya per kamera dari awal. Dan pemberian/pengaturan IP Address ini menurut pendapat saya harus dilakukan sebelum semua kamera dipasang. Pengaturan IP Address tidak semudah membalikan tangan untuk sebagian orang (baca: banyak teknisi). Diperlukan pengetahuan di bidang jaringan komputer (IT).

sistem ip camera

Proses krimping kabel UTP CAT 5 pun tidak semudah pada cctv analog. Diperlukan pengetahuan tambahan tentang urutan warna kabel jaringan (baca disini selengkapnya tentang hal tersebut). Setelah kamera dipasang dan di power up, tidak serta merta gambar langsung keluar pada monitor komputer yang digunakan sebagai konfigurator. Selain memastikan IP Address, juga harus menjalankan program yang tepat untuk melihat hasil gambar IP camera.

IP address default atau bawaan pabrik pada IP camera biasanya diset pada DHCP (otomatis) alias tidak diketahui. Untuk mengidentifikasinya setiap vendor IP camera menyertakan software IP installer yang berfungsi untuk mengatur dan mendeteksi IP Address pada kamera. Menurut pengalaman saya, software inipun relatif sulit untuk digunakan.

Maksimum panjang kabel pertarikan adalah 100 meter, mengikuti kaidah jaringan komputer. Tidak seperti cctv analog, kabel UTP CAT 5 tidak harus ditarik ke alat perekam (NVR/Network Video Recorder). Cukup ditarik ke hub/switch terdekat.

sistem ip camera with hub

Maksimum IP camera dalam satu sistem tergantung pada spesifikasi hardware alat perekam. Ada factory yang menyebutkan maksimal 32 kamera, dengan catatan tambahan, masih bisa dikembangkan jika hardware server yang digunakan sangat tinggi. Alat perekam pada IP camera disebut dengan NVR (Network Video Recorder). Ada 2 tipe NVR, yaitu PC Based (berupa software yang diinstalkan ke PC server), dan hardware based.

Kelebihan IP camera dibanding cctv analog adalah gambar hasil rekaman dan live view sangat bagus, karena mengunakan resolusi tinggi contoh: 1280 x 1080, bandingkan dengan cctv analog yang mentok di D1 (720 x 576). Pada resolusi tersebut, hasil rekaman dan live view berjalan pada frame rate tinggi, sedangkan cctv analog maksimal frame rate D1 adalah 7,5 fps. Kebanyakan cctv analog diatur pada resolusi CIF (360 x 288) supaya frame rate yang dihasilkan tinggi. Konsekuensinya hasil rekaman menjadi pecah saat di zoom.

Kelebihan berikutnya adalah fleksibilas instalasi. Tarikan kabel tidak harus jatuh di alat perekam (NVR). Cukup ke hub/switch terdekat. Yang terpenting adalah IP camera dan NVR berada pada satu segment jaringan. Selain itu fitur PoE (Power over Ethernet) memudahkan manajemen daya tepatnya power supply kamera. Installer cukup menarik satu kabel UTP CAT5 untuk satu IP camera, tidak perlu menyediakan outlet power untuk adaptor. PoE selain merambatkan data, juga merambatkan power terdistribusi. PoE ini ada yang berupa injektor, atau ada pula yang sudah built-in dengan hub/switch.

Perbedaan IP Camera dan CCTV Analog – Perkembangan teknologi yang semakin cepat pada zaman ini, bukan hanya berpengaruh pada teknologi handphone, komputer namun juga berpengaruh pada teknologi cctv dimana saat ini cctv terdapat dua jenis yaitu cctv analog dan IP Camera.

Penggunaan teknologi IP Camera ini secara perlahan dan pasti menggusur eksitensi CCTV analog, berhubung kinerja dari IP Camera yang lebih kompleks serta pengaturan konfigurasi yang jauh lebih mudah, menjadi salah satu alasan kenapa banyak pihak beralih menggunakan IP Camera dibandingkan CCTV analog.

Pada kesempatan ini kami akan berbagi informasi kepada anda, apakah perbedaan IP Camera dan CCTV Analog?
Salah satu hal yang paling sulit untuk membahas perbedaan antara ip camera dan cctv analog adalah spesifikasi yang sangat banyak dan beragam.

Dengan banyaknya spesifikasi ini tentunya membingungkan pengguna dalam memilih sistem apa yang harus di pilih dan terkadang menimbulkan kesalahpahaman antara pembeli dengan penjual.

Contohnya : anggapan “garis pada tampilan merupakan resolusi” padahal garis tersebut bukanlah satuan yang bisa digunakan untuk mendefinisikan resolusi sebuah kamera. Kebanyakan anggapan tersebut hanya digunakan untuk memasarkan produk dan kebenarannya tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Tujuan dibuiatnya artikel ini adalah hanya ingin menyederhanakan konsep dan menyaring informasi yang ada mengenai CCTV. Karena saat ini banyak sekali jenis dan seri suatu CCTV, maka dengan mengerti konsep dasar mengenai CCTV akan memudahkan anda untuk bisa memilih teknologi, jenis atau seri sebuah CCTV yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Dibawah ini Informasi yang bisa coba kami sampaikan mengenai IP Camera dan CCTV analog :

CCTV Analog

CCTV Analog

CCTV merupakan sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk mendapatkan gambar, kamera CCTV analog mampu mendapatkan video maupun gambar. Resolusi dari kamera CCTV analog pun juga bervariasi, dan untuk saat ini hanya terbatas pada resolusi 720×575. 720 pixel merupakan besar pixel yang mendefinisikan resolusi horisontal dan 575 merupakan besar pixel yang mendefinisikan resolusi vertikal.

Video yang terekam pada CCTV memiliki interval sebesar 60, interval ini disebut dengan “field” dan field tersebut di transmisikan ke dalam sebuah perangkat yang bernama receiver (penerima). Kumpulan field disebut dengan “frame”. Ketika sebuah frame di transmisikan maka hal ini disebut dengan interlaced transmission.

Untuk mendapatkan video dari sebuah kamera CCTV, ada sebuah kabel yang bernama coax yang bisa digunakan. CCTV analog tersebut terhubung pada sebuah televisi analog pula. Untuk bisa merawat kompatibilitas dengan televisi analog dan membuat televisi tersebut mudah digunakan untuk menampilkan dan merekam kegiatan, sinyal yang keluar dari kamera harus sesuai dengan sinyal biasa digunakan pada televisi.

Ada 2 jenis standart sinyal analog untuk televisi yang populer di dunia, Pertama NTSC, NTSC merupakan jenis sinyal standart yang digunakan pada Amerika utara dan jepang. Kedua, PAL yang merupakan jenis sinyal standart yang digunakan pada banyak negara, terutama di eropa. Selain itu 2 jenis standart sinyal tersebut, ada juga sinyal bernama SECAM, namun bukanlah sinyal standart yang digunakan pada CCTV.

Sayangnya, jika anda memiliki kamera dengan resolusi yang kecil, anda harus berhati-hati dalam meletakkan posisi kamera dan arah lensa. Dengan mengambil sudut yang lebar tentu saja anda akan mendapatkan tempat yang lebar, dengan begitu tampilan anda tidak akan maksimal jika menggunakan kamera analog. Resolusi dari kamera pun juga tidak akan bisa mengambil gambar, dan gambar yang anda dapatkan bisa saja cenderung buruk.

Namun untuk saat ini memasang CCTV analog hendaknya bisa dipertimbangkan lagi, sistem transmisi dari kamera ke dalam DVR (Digital Video Recorder) masih menggunakan sinyal analog. Meskipun telah menggunakan kabel coaxial, kamera analog yang merekam sebuah kejadian masih menghasilkan noise pada hasil rekaman.

Noise tersebut yang mengganggu hasil dan membuat hasil tidak maksimal. Salah satu masalah terbesar dari CCTV analog adalah cara menurunkan noise yang dihasilkan. Selain sulit menurunkan noise yang dihasilkan, sangat sulit juga untuk menurunkan ukuran dari video yang dihasilkan. Jadi hasil akhir dari CCTV analog mungkin tidak maksimal (cenderung besar) dan cenderung buruk.

IP Camera

IP Camera

IP Camera merupakan teknologi terbaru hasil perkembangan dari CCTV analog. Hasil gambar yang diperoleh kamera CCTV teknologi ini langsung di transmisikan melalui koneksi jaringan yang tersedia berupa “data”. Besarnya ukuran data tersebut sebelumnya telah di sesuaikan dengan protokol jaringan yang telah digunakan.

Nama “IP” sendiri merupakan kepanjangan dari Internet Protocol, Internet Protocol merupakan bahasa komunikasi sederhana antara komputer yang digunakan untuk melakukan transmisi data via jaringan internet.

Lebih mudahnya bisa di katakan jika IP Camera merupakan komputer sederhana yang digunakan untuk merekam video atau mengakses video.

Sebenarnya IP Camera merupakan sebuah komputer yang menjalankan sistem operasi namun berbeda dengan PC anda. IP Camera ini menawarkan sebuah sistem yang fungsinya telah diatur dan fitur tersebut tidak bisa ditambahkan oleh penggunannya.

Dengan begitu, kita bisa mendapatkan resolusi video yang kita inginkan. Dengan kemampuan kamera yang memiliki resolusi 10.000×20.000 pixel, anda juga bisa mengatur agar bisa merekam video dengan resolusi sebesar 800×800.

Mari kita bahas teknologi sensor yang digunakan pada IP Camera dan dampaknya terhadap fungsionalitas sistem dan performa.

Sensor: IP Camera yang paling rendah menggunakan sensor yang sama dengan kamera analog biasa. Dengan kata lain, IP Camera paling rendah memiliki resolusi sebesar 720×480 atau 720×576.

Namun beberapa IP Camera, masih menggunakan sensor interlaced. Sensor interlaced sendiri merupakan sensor yang biasa digunakan pada kamera analog, sebenarnya kami tidak menyarankan anda menggunakan IP Camera yang masih menggunakan sensor interlaced, karena hasilnya sedikit sekali perbedaanya dengan kamera analog.

Pilihlah IP Camera yang menggunakan sensor progressive. Setiap produsen kamera CCTV pasti memberikan sebuah keterangan mengenai sensor yang digunakan, jika tidak ada keterangan anda bisa mencarinya di dalam forum-forum yang ada di internet atau anda bisa menghindari pembelian produk tersebut.

Dengan resolusi yang cukup besar, tipe sensor yang digunakan oleh IP Camera sebaiknya juga berkembang. IP Camera menggunakan sensor progressive. Dengan sensor ini, resolusi pada IP Camera menggunakan ukuran megapixel.

Dengan menggunakan satuan megapixel, kita bisa dengan mudah mengalikan resolusi horisontal dengan resolusi vertikal lalu di bagi dengan 1 juta untuk mendapatkan banyaknya pixel pada kameranya.

Jadi, kamera yang memiliki resolusi sebesar 1280×720, memiliki 0.9 pixel di setiap resolusinya, namun biasanya satuan 0.9 ini dianggap mencapai 1 megapixel.

IP Camera memiliki sebuah fitur yang cukup berguna, yaitu mampu mengambil bagian dari sensor data. Karena IP Camera cenderung memiliki resolusi lebih besar dibandingkan dengan kamera analog, anda pastinya memiliki resolusi lebih besar pada area yang anda inginkan, hal ini memudahkan kita untuk bisa menghemat ruang pada harddisk.

Kesimpulan untuk perbedaan antara IP Camera dan CCTV Analog adalah sebagai berikut :

  • Kualitas Gambar : Kamera analog terbaik pun tidak memiliki hasil video yang mampu menandingi hasil IP Camera yang paling rendah. Hal ini dikarenakan resolusi yang digunakan oleh IP Camera lebih baik dibandingkan dengan kamera analog.
    Dan juga bisa dikatakan jika resolusi yang ada pada kamera analog tidak bisa mencapai angka ½ megapixel. Jika anda memilih IP Camera, pastikan jika memiliki megapixel yang lebih dari 1, seperti 1.3, 2 atau 3 megapixel. Semakin besar megapixel yang dimiliki sebuah IP Camera, maka akan semakin baik dan jelas hasil yang akan di dapat. Sebagai tambahan, bahwa sebuah IP Camera mampu merekam view yang lebih lebar dibandingkan dengan kamera analog, hal tersebut berarti satu IP Camera memiliki potensi untuk bisa mengambil gambar yang sama dengan 1 hingga 2 CCTV analog.
  • Analisa Video : Ini merupakan salah satu fitur yang cukup bagus bagi pengguna IP Camera. Dengan fitur ini, anda bisa mengatur jaringan untuk bisa memahami sebuah kejadian yang sedang terjadi atau telah terjadi pada kamera.
    Dengan mudah anda bisa mengawasi objek yang hilang melalui kamera tersebut, tentu saja hal ini membuat tingkat keamanan anda menjadi lebih berkembang. Meskipun kejadian tersebut nantinya telah terjadi beberapa jam sebelumnya, jaringan anda akan tetap menyimpan kejadian itu dan memberikan pemberitahuan kepada anda.
  • Fleksibilitas dan Skalabilitas : Ketika menggunakan DVR analog, pengaturan seriap kamera hatus terhubung langsung ke dalam DVR. IP Camera memiliki pengaturan yang berbeda, hal ini dikarenakan IP Camera bisa tersambung ke dalam perangkat keras bernama switch terlebih dahulu.
    Setelah itu Switch yang menghubungkan lebih dari 1 kamera tersebut bisa di sambungkan kedalam NVR (Network Video Recorder). Hal ini tentu saja mengurangi penggunaan kabel dan lebih efisien. Selain itu, dengan teknologi ini anda tidak perlu khawatir mengenai port yang terbatas pada DVR anda.
    Dengan menggunakan PoE (Power of Ethernet) dari switch yang anda gunakan mengakibatkan kabel Cat 5e atau Cat 6 untuk bisa menjalankan sinyal AND dan mampu menambahkan tenaga ke dalam kamera anda sekaligus menghapus penggunaan power supply untuk tiap kamera.

Dengan dibuatnya artikel ini, kami berharap anda bisa mendapatkan cukup informasi dan bisa memutuskan untuk memilih diantara dua teknologi cctv ini, apakah menggunakan cctv analog ataupun IP Camera?