Rumah CCTV

Mengenal Berbagai Tipe Kamera CCTV – Camera Closed Circuit Television atau yang biasa dikenal sebagai CCTV selalu digunakan untuk mengawasi suatu ruangan dari tindakan merugikan. Seperti pencurian, pengerusakan, dan lain sebagainya. Karena begitu pentingnya CCTV ini, sehingga membuat berbagai industri elektronik ramai-ramai mengisi celah kebutuhan akan keamanan suatu ruangan atau area yang ingin diawasi dengan meluncurkan produk CCTV terbarunya.

Yang jadi masalah dalam hadirnya produk CCTV tersebut ialah adanya beragam bentuk, peruntukkan serta fitur yang membuat seorang pelanggan akhirnya menjadi bingung sehingga ada kemungkinan salah membeli CCTV sesuai peruntukkannya. Nah dalam artikel ini kami berusaha untuk mengenalkan kepada Anda berbagai tipe kamera CCTV yang banyak dijual dan beredar dipasaran. Berikut ini ulasannya :

1. Kamera CCTV Berdasarkan Lokasi Penempatannya

Salah satu pertanyaan awal yang selalu ditanyakan penjual ketika Anda berniat untuk membeli CCTV ialah menanyakan apakah kamera yang dibutuhkan untuk didalam ruangan (indoor) atau diluar ruangan (outdoor)?

Kamera untuk indoor sendiri artinya kamera dapat dipasangkan pada langit-langit atau dinding suatu bangunan, fungsinya merekam segala aktivitas yang ada dalam suatu ruangan / area yang diawasi agar sesuai dengan peraturan penggunaan ruangan yang berlaku digedung atau hunian tersebut.

Lain lagi kamera untuk outdoor, kamera ini akan didesain khusus biasanya metal agar dapat tahan terhadap cuaca panas matahari, guyuran hujan, hingga aksi pengerusakan seperti pemukulan, pelemparan dengan batu atau pencokelan untuk mencopot bagian dalam CCTV. Selain itu juga, kamera luar ruang atau outdoor juga memiliki lensa khusus yang anti kabut saat hujan atau pagi hari.

2. Kamera CCTV Berdasarkan Fiturnya

Jika berdasarkan fiturnya maka akan lebih beragam lagi jenis-jenis CCTV, sebab masing-masing produk pasti menonjolkan sisi kelebihan yang menjadikan sebuah CCTV menjadi lengkap dan cocok untuk dibeli. Misalnya saja, fitur InfraRed (IR / IRDA) dengan hadirnya InfraRed pada CCTV, membuat kamera bisa memantau suatu area atau ruangan meski kondisi cahaya disekitarnya gelap. Selain itu juga, ada kamera PTZ (Pan-Tilt-Zoom), kamera jenis ini mampu berotasi baik berputar, naik turun, atau melakukan fungsi zoom.

3. Kamera CCTV Berdasarkan Output Gambarnya

Kamera CCTV berdasarkan ouputnya dibedakan menjadi dua, yaitu digital atau analog. Jika menggunakan kamera jenis digital, ini membuat hasil rekaman video dapat langsung dilihat pada perangkat komputer atau media player (DVD Player atau TV LED/LCD). Jika menggunakan kamera analog, maka hasil rekaman harus diproses dulu dalam perangkat tambahan yaitu DVR (Digital Video Recorder) agar dapat dilihat menggunakan monitor atau diproses di komputer.

4. Kamera CCTV Desain Bentuknya

Kamera berdasarkan bentuknya juga cukup beragam, yang paling sering dilihat ialah kamera berbentuk DOME (kubah), BULLET (peluru / bulat), ada yang berbentuk BOX (persegi panjang), dan ada juga yang berbentuk HIDDEN CAMERA. Untuk HIDDEN CAMERA artinya memiliki bentuk apa saja untuk menyamarkan bentuk asli lensa atau kamera. Misalnya berbentuk smoke detector, wall clock, mini camera, dan masih banyak lagi.

Itulah dia penjelasan mengenai berbagai CCTV yang banyak dijual dipasaran, mudah-mudahan dengan artikel ini, Anda semakin mudah untuk menentukan kamera CCTV yang tepat untuk mengawasi area atau ruangan yang ingin dipantau.

Mengenal Sejarah CCTV  – Sejarah penemuan teknologi CCTV pertama kali diluncurkan pada tahun 1942, saat itu negara Jerman sedang ingin melakukan uji coba peluncuran roket mereka yang diberi nama V-2. Peluncuran roket itu bukan hanya ingin disaksikan oleh pemerintah Jerman, sebab rakyat Jerman juga sangat antusias.

Antusiasme warga Jerman akhirnya disambut positif oleh Siemens AG, pembuatan CCTV saat itu dimaksudkan agar masyarakat dapat terhindar dari risiko misalnya terjadi ledakan pada saat peluncuran roket. Kamera saat itu pertama kali dibuat oleh Siemens AG, yang dipimpin oleh kepala penanggung jawab proyek yang bernama Walter Brunch.

Sementara itu jika beralih ke negara Amerika Serikat, pertama kali kamera CCTV di jual bebas adalah pada tahun 1949. Pada masa itu CCTV dikenal dengan nama Vericon. Sementara itu, untuk pertama kali CCTV digunakan di Amerika Serikat untuk mengawasi sebuah kota terjadi pada tahun 1973. Kala itu NYPD (New York Police Department) memasang CCTV untuk mencegah terjadinya kejahatan yang kala itu marak di Times Square, New York, Amerika Serikat.

Namun sebelum New York terpasang CCTV, Inggris memang diketahui lebih dahulu memasang berbagai perangkat CCTV di beberapa kota dengan tujuan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Inggris menggunakan CCTV untuk mencegah aksi terorisme dengan menempatkan kameranya secara sembunyi untuk tujuan pengintaian dan keamanan negara kerajaan tersebut.

Berawal dari situ, CCTV berkembang ke berbagai negara sebagai salah satu teknologi pengamanan. Banyak sekarang ini CCTV terpasang di berbagai gedung perkantoran, lobby apartemen atau hotel, minimarket, di lapas (lembaga pemasyarakatan), rumah sakit, gedung-gedung vital negara dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, penggunaan CCTV baru mulai dikenal pada tahun 1995, memang penggunaan CCTV sendiri masih terbatas pada bank-bank serta pertokoan besar. Selanjutnya penggunaan CCTV mulai berkembang pesat paska kerusuhan Mei 1998, dan instansi kepolisian mulai menerapkan penggunaan Vidoe surveillance / kamera pengawas / CCTV di ruang publik sejak pertengahan 2004-an, namun masih terbatas pada pemantauan lalu lintas.

Mengapa Kamera Pengawas atau CCTV Itu Penting – Sistem pengamanan di lingkungan tempat tinggal saat ini semakin penting dari hari kehari karena jumlah tindakan kejahatan dan pencurian di lingkungan tempat tinggal semakin meningkat. Dengan menggunakan kamera pengawas yang melibatkan kamera CCTV dan perlengkapan lainnya, sistem ini dapat menyediakan tampilan video, baik secara langsung maupun rekaman seputar area properti kita.

Berkat adanya surveillance system dengan menggunakan CCTV camera, banyak hasil rekaman video CCTV yang dapat dijadikan bukti yang tak terbantahkan untuk menjerat pelaku kejahatan. Inilah alasan mengapa saat ini banyak masyarakat atau pemilik properti yang melindungi rumah dan bahkan bisnis mereka menggunakan kamera pengawasan atau kamera CCTV.

Popularitas kamera CCTV terus meningkat selama beberapa dekade belakangan ini dan mengikuti perkembangan teknologi, saat ini semakin banyak model dan ukuran kamera CCTV yang hadir di pasaran. Dari sisi harga juga sangat bervariasi, baik kamera CCTV murah hingga yang mahal karena datang dengan berbagai fitur canggih. Selain itu juga ada dua versi kamera CCTV berdasarkan sistem penyampaian hasil rekaman cctv ke DVR, yaitu yang menggunakan kabel (wired) atau yang tanpa kabel (wireless). Jenis wireless lebih fleksibel karena mudah ditempatkan dimana saja tanpa perlu memikirkan jumlah dan alur kabel yang digunakan.

Ada juga kamera CCTV yang sudah terkoneksi ke internet, merupakan fitur yang memudahkan anda memonitor rumah atau bisnis anda dari jarak jauh. Anda dapat melakukan pengawasan atau mengintip rumah dan bisnis aja darimana saja di muka bumi ini selama anda terhubung dengan koneksi internet. Bahkan ada fitur kamera CCTV yang secara otomatis dapat menyampaikan notifikasi kepada pemiliknya melalui email jika terdeteksi gerakan yang mencurigakan.

Kamera CCTV yang dilengkapi dengan sensor gerak mampu mendeteksi gerakan di area pengawasan, sekecil apapun gerakan yang ditimbulkan maka CCTV akan mulai merekam.

Kehadiran kamera CCTV ini sebagai security system telah membantu banyak pemecahan kasus-kasus kejahatan. Perannya inilah yang membantu penggunaan kamera CCTV juga semakin populer di masyarakat. Apalagi saat ini semakin mudah mendapatkan kamera CCTV dan harganya pun semakin murah.

Yang pasti, saat ini peran kamera CCTV atau security sistem di lingkungan perumahan ataupun bisnis telah menjadi suatu kebutuhan yang penting dan terelakkan. Silahkan hubungi Customer Service kami untuk mendapatkan solusi security system menggunakan kamera CCTV dengan harga murah dan ekonomis.

Panduan Memilih CCTV yang Menghasilkan Gambar Berkualitas – Kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera CCTV biasanya merupakan salah satu pertimbangan dalam memilih produk CCTV yang akan digunakan. Beberapa konsumen cukup puas dengan kamera CCTV murah tanpa peduli kualitas gambar yang dihasilkan selama CCTV mampu memantau area yang diawasi. Namun jika anda membutuhkan rekaman video dengan kualitas gambar yang tinggi sebaiknya anda memperhatikan dengan cermat setiap detail spesifikasi yang tersedia di kemasan atau sticker yang menempel di produk CCTV sebelum membeli.

Nah sebelum Anda bisa memperhatikan dengan cermat setiap tulisan yang ada pada detail spesifikasi atau sticker label yang menempel, Anda bisa membaca terlebih dahulu artikel ini karena akan menuntun Anda untuk mendapatkan CCTV dengan gambar yang berkualitas dan mungkin saja dapat Anda beli dengan harga yang sangat terjangkau. Berikut ini tuntunannya :

1. Perhatikan pada spesifikasi yang tertulis dikemasan atau tulisan pada pinggir lensa

Salah satu faktor yang paling utama untuk menghasilkan gambar yang berkualitas dalam CCTV adalah ukuran sensor, ukuran sensor sendiri menjadi indikator penting sebab semakin besar ukurannya akan semakin detail gambar yang dihasilkan. Saat ini, kamera CCTV terdiri dari 2 macam ukuran sensor yaitu 1/3 inchi dan 1/4 inchi. Tentu saja ukuran 1/3 inchi jauh lebih besar, sehingga jumlah pixel sensor yang ada pada kamera tersebut sangat banyak dan memastikan kualitas gambar yang dihasilkan semakin baik. Selain itu, sensor yang besar juga diketahui mempunyai tingkat kepekaan cahaya yang lebih tinggi sehingga mampu mentoleransi (menghasilkan gambar) yang lebih baik saat kondisi ruangan kekurangan cahaya.

2. Jenis Sensor

Baik itu kamera analog atau digital, sensor merupakan perangkat yang wajib ada agar kamera bisa menghasilkan gambar. Tanpa sensor itu artinya seperti tubuh tanpa mata, tidak bisa melihat. Nah dipasaran sekarang ini terdapat dua pilihan sensor, yaitu CCD dan CMOS. Masing-masing sensor punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Misalnya saja, jika penggunaan kamera CCTV untuk dalam ruangan, akan lebih baik Anda memilih kamera yang berjenis CCD. Sebab sensor jenis ini dapat menangkap gambar saat kurang cahaya, dan setiap pixel gambar yang dihasilkan akan memiliki kualitas cahaya yang sama (tidak bagian/area gambar yang sedikit gelap dan terlalu terang). Sementara itu, jika digunakan untuk luar ruangan, kamera bersensor CMOS lebih banyak diunggulkan, sebab selain hemat listrik, kamera ini juga memiliki proses gambar yang cepat. Sehingga antara gerakan nyata dengan gambar yang direkam memiliki kecepatan yang sama.

3. Pilih lensa yang tepat

Bila berbicara soal lensa, sepertinya kita akan berbicara mengenai brand. Ya memang seperti itulah kenyataannya, lensa yang diproduksi oleh brand yang sudah memiliki pengalaman selama beberapa tahun akan lebih memiliki punya hasil produk yang berkualitas dibanding pesaingnya. Beberapa lensa dari brand yang dikenal mempunyai kualitas terbaik adalah Sony, Carl-zeiss, Nikon, Leica dan sebagainya. Brand tersebut mempunyai kualitas lensa yang bagus dikarenakan cahaya yang ditangkap lensa dapat maksimal dan hampir sepenuhnya spektrum cahaya dapat ditangkap kecuali spektrum cahaya yang tidak dapat dilihat mata (Infrared dan ultraviolet).

Begitulah 3 tips yang dapat dijadikan pegangan untuk Anda dalam memilih kamera CCTV yang sekiranya dapat menghasilkan gambar yang berkualitas. Sehingga kini Anda tidak bisa ditipu lagi oleh penjual yang bilang bahwa hasil gambar produk ini bagus tapi setelah dipasang malah menghasilkan gambar yang tidak sesuai harapan.

Memahami Istilah Vandalproof dalam Kamera CCTV – Vandalproof sendiri bila diambil dari definisi wikipedia ialah merupakan desain suatu perangkat elektronik yang dibuat tahan terhadap pengerusakan. Perangkat yang misalnya dibuat tahan pengerusakan ialah ATM, CCTV Camera, dan lain-lain sebagainya.

Mengambil contoh CCTV, kamera vandalproof. Kamera yang dibuat dengan desain tahan pengerusakan ini bukan hanya pada body luarnya saja seperti tahan terhadap benturan, pukulan dan semacamnya karena desain keseluruhan dari kamera vandalproof seperti lensa dan sistem elektronik didalamnya sudah dibuat sedemikian rupa agar tetap mampu memberikan gambar bahkan setelah pengerusakan dilakukan.

Misalnya saja, dilempar dengan batu bata. Pada sebagian CCTV terutama yang menggunakan lensa berbahan gelas, akan dipastikan langsung pecah. Namun kamera dengan Vandalproof, menggunakan lensa yang tahan benturan atau bantingan benda keras yang mengenainya. Mungkin bisa diibaratkan bahwa lensanya menggunakan bahan yang sama kerasnya seperti teknologi gorilla glass pada layar handphone, anti banting, anti pecah dan tahan goresan.

Selain itu, penutup bagian luarnya umumnya juga disekrup dengan menggunakan sekrup berbentuk khusus. Bukan yang berbentuk minus atau plus, sehingga seorang ahli elektronik sekalipun akan sulit membongkar CCTV Vandalproof karena tidak mempunyai obeng yang sesuai dengan bentuk sekrup yang unik tersebut.

Selain menggunakan lensa yang seperti teknologi Gorilla Glass, anti banting, pecah dan tahan terhadap goresan. Pernah di situs Youtube menampilkan beberapa orang yang melakukan test kekuatan pada kamera CCTV Vandalproof. Ada yang menggunakan pemukul baseball untuk menghancurkan dengan keras CCTV-nya, menggunakan batako besar untuk dilempar ke CCTV, hingga aksi melindas CCTV dengan menggunakan mobil. Hasilnya kamera CCTV Vandalproof dapat lulus tes ketahanan menghadapi itu semua, dan dapat terus menghasilkan gambar meski tes sudah dilakukan. Jika Anda ingin melihat kehebatan kamera vandalproof silakan mencari video dengan judul Surveillance Camera Systems – Vandal Proof Test di situs Youtube.

Penyebab Memory Harddisk DVR Cepat Penuh – Anda baru 3 bulan yang lalu membeli harddisk untuk keperluan DVR / NVR (Media Perekam) CCTV. Kapasitasnya lumayan besar, yaitu 1 Terrabytes (TB), namun kini Anda mengeluh bahwa kapasitas tersebut kurang dan cepat penuh padahal anda hanya memasang 5 kamera CCTV untuk minimarket yang Anda miliki. Apa yang salah? Mengapa tiba-tiba memory harddisk menjadi cepat penuh? Berikut ini kami sampaikan 3 alasannya :

Gelap / Terangnya Gambar

Gelap / terangnya gambar menjadi salah satu hal yang kurang banyak disadari oleh pengguna kamera CCTV. Padahal sangat besar kemungkinan harddisk menjadi cepat penuh karena cahaya yang terang membuat sebuah objek kaya akan warna dan hal inilah yang menyebabkan ukuran rekaman CCTV menjadi membengkak. Untuk pemahamannya Anda bisa melihat sebuah acara televisi yang ditayangkan oleh stasiun tv swasta Trans 7 bernama CCTV, kebanyakan video rekaman CCTV yang diputar di acara tersebut menggunakan modus hitam-putih. Alasannya sederhana, sebab penggunaan modus gambar hitam-putih (grayscale) lebih irit dalam konsumsi memori penyimpanan harddisk. Kalau Anda tidak percaya, cobalah sekali-kali menggunakan kamera handphone Anda untuk memotret suatu objek, pertama gunakan modus normal, kedua menggunakan modus hitam-putih, ketiga bandingkan ukuran file diantara keduanya. Anda akan terkejut bahwa gambar hitam putih memiliki ukuran file yang lebih kecil karena menampilkan lebih sedikit warna.

Resolusi lensa

Resolusi Lensa mungkin sudah dimengerti oleh kebanyakan orang, biasanya ditentukan dalam jumlah pixel (bila ip camera) dan ditentukan dalam satuan tvl (Television Lines) pada CCTV Analog. Untuk melakukan pengandaian mengapa resolusi berpengaruh terhadap kebutuhan memory harddisk DVR / NVR, maka Anda bisa mencoba untuk memiliki 2 buah kamera dengan ukuran resolusi yang berbeda-beda. Misalnya, yang satu menggunakan kamera handphone, dan yang satunya lagi menggunakan kamera poket / kamera digital. Fotolah suatu objek yang sama untuk kedua kamera tersebut, kemudian bandingkanlah ukuran file diantara keduanya.

Resolusi yang tinggi akan menghasilkan gambar yang jauh lebih detail dibandingkan kamera yang beresolusi rendah. Maka banyak produsen handphone atau kamera digital akhirnya berlomba-lomba menjual kamera mereka dengan tulisan seberapa besar piksel yang ada dalam kameranya. Nyatanya, besara resolusi ini berbanding lurus dengan besaran file yang dihasilkan. Semakin detail suatu gambar, maka ukuran file-nya akan semakin besar. Inilah yang membuat hasil rekaman kamera CCTV menjadi boros harddisk.

Seberapa Sering Aktivitas Diarea yang Dipantau

Nah untuk yang nomor tiga ini juga termasuk hal yang biasanya tidak disadari oleh pengguna kamera CCTV, bahkan bisa dibilang, sebagai penyebab yang paling tidak disadari. Pada penggunaan kamera pengintan dengan CCTV yang sibuk dengan aktivitas, seperti minimarket contohnya, maka recording dapat berlangsung terus-menerus sampai diruangan tersebut tidak ada lagi aktivitas yang terjadi. Ya DVR / NVR biasanya akan otomatis merekam gambar yang ditangkap oleh CCTV ketika mendeteksi adanya gerakan yang tertangkap. Bila tidak ada gerakan maka CCTV akan menunggu hingga pada waktu tertentu akan memberhentikan recordingnya.

Oleh sebab itu, bila di minimarket terjadi sebuat kapasitas harddisk untuk DVR/NVR menjadi cepat penuh. Itu adalah hal yang wajar, karena seringnya aktivitas yang ada di minimarket seperti pengunjung yang melihat-lihat produk hingga aktivitas pembayaran dikasir akan membuat CCTV menjadi sibuk merekam momen yang ada.

Durasi Camera CCTV – Camera CCTV sudah sangat umum sekarang. Kita dapat menemukannya hampir di semua tempat. Mereka digunakan tidak hanya di lokasi-lokasi umum tetapi juga di rumah-rumah. Dan karena Sistem Camera CCTV tidak termasuk murah, banyak perusahaan dan pemilik rumah menginginkan jaminan bahwa camera CCTV mereka cenderung bisa digunakan untuk waktu yang lama. Mereka ingin memastikan bahwa investasi ini adalah sesuatu yang layak.

Di sini, kita akan mencoba untuk membahas tentang jenis-jenis camera CCTV dan durasinya.

Tabung Sensor

Type ini hanya dapat dipakai rata-rata 2 tahun. Sebagian kalangan memilih jenis ini murni karena pertimbangan biaya, yang memang jauh lebih murah dibandingkan dengan camera CCTV yang lain.

Sensor CCD

Camera dengan sensor CCD dapat dipakai sekitar 5 tahun, tergantung pemakaian. Hal ini cenderung membuat Sensor CCD jauh lebih laris daripada Tabung Sensor sederhana. Jenis ini harganya jauh lebih mahal tetapi merupakan investasi yang bijaksana.

Camera IR (Infra Red)

Camera CCTV IR juga dapat dipakai selama 5 tahun, tergantung pada bagaimana pemilik menanganinya. Jenis kamera ini dirancang untuk keperluan pemantauan di malam hari dan populer karena kemampuannya untuk menangkap gambar ketika tidak ada pencahayaan yang cukup atau bahkan tidak ada pencahayaan apapun.

Camera IR LED

IR LED camera CCTV, dapat bertahan hingga 20.000 jam sebelum LED nya terbakar habis. Berarti Anda dapat menggunakannya untuk selama 2 tahun x 24 jam. Namun jenis camera masih bisa dipakai di siang hari bahkan ketika LED sudah terbakar habis. LED (Light Emitting Diodes) fungsi utama nya adalah untuk memperjelas area pandang ketika malam untuk memperoleh gambar yang lebih baik.

Namun demikian, semua informasi diatas hanya merupakan perkiraan saja. Durasi hidup camera CCTV tetap tergantung pada cara konsumen memakainya, posisi penempatan dan sebagainya. Jika Anda ingin jaminan bahwa camera CCTV Anda bisa dipakai untuk waktu yang cukup lama, sebaiknya memilih merk-merk yang sudah cukup terkenal di pasaran. Dan untuk memastikan bahwa Anda bisa menikmati semaksimal mungkin semua manfaatnya, sebaiknya camera CCTV nya dipasang oleh tenaga professional yang sudah ahli dibidang CCTV. Para spesialis ini tahu bagaimana memasang camera ini dengan cara yang paling tepat.

Tips Membeli Kamera CCTV Murah – Seiring dengan kemajuan jaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kebutuhan akan kamera CCTV untuk fungsi pemantauan pengamanan semakin meningkat. Bukan hanya gedung-gedung perkantoran dan fasilitas umum saja yang memanfaakan kamera pengintai, namun area-area private seperti perumahan atau properti pribadi juga tidak sedikit yang menggunakannya. Untuk keperluan pribadi inilah kadang kita hanya memerlukan fungsi pengawasan sederhana dari kamera CCTV, untuk itu kita cenderung mencari kamera CCTV yang bisa diperoleh dengan harga murah.

Berikut beberapa tips jika anda ingin membeli kamera CCTV untuk mendapatkan harga murah namun dengan kualitas yang cukup baik bagi kebutuhan anda :

Pelajari spesifikasi kamera CCTV

Sebelum membeli, sebaiknya anda pelajari dulu spesifikasi-spesifikasi dari kamera CCTV dan perlengkapannya. Kenali kemampuan, kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan berdasarkan spesifikasi produknya. Terkadang spesifikasi tertentu membuat sebuah kamera CCTV menjadi mahal padahal anda tidak membutuhkan fitur yang tersedia. Dengan mengenal spesifikasi kamera CCTV anda juga tidak akan terkecoh oleh kemasan atau tampilan luar CCTV yang tampak ‘mahal’, namun hanya menawarkan fitur-fitur standar.

Bandingkan berbagai merek kamera CCTV

Anda juga dapat membandingkan beberapa merek kamera CCTV yang tersedia di pasaran dan mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing merek. Beberapa merek kamera CCTV dikenal mahal hanya karena faktor merek yang terkenal, namun belum tentu dengan spesifikasinya meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa kadang-kadang merek terkenal memberikan garansi yang lebih baik.

Bandingkan harga dari beberapa toko (penjual)

Setelah anda menemukan merek/jenis kamera yang akan anda beli, cobalah bandingkan harga dari beberapa toko ataupun toko online, ada kemungkinan beberapa toko menjual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan toko lainnya. Sedikit meluangkan waktu untuk melakukan survei di beberapa tempat dapat memberikan peluang anda mendapatkan kamera CCTV dengan harga paling murah.

Belilah paket kamera CCTV

Biasanya anda memerlukan beberapa unit kamera CCTV yang harus anda gunakan, selain itu juga anda membutuhkan perlengkapan lainnya seperti alat perekam DVR, kabel dan lain-lainnya. Banyak toko dan penjual kamera CCTV sudah menawarkan satu paket lengkap kamera CCTV yang dapat anda pilih disesuaikan dengan kebutuhan anda. Biasanya penjualan dalam bentuk paket ini dapat memberikan harga yang lebih murah.

Perbedaan Pemasangan CCTV Analog dan IP Camera Simpelnya yang disebut dengan cctv analog adalah kamera yang media transmisi datanya menggunakan kabel coaxial. Tidak ada proses digital pada output video. Murni hanya sinyal listrik video 1 Vp-p yang dirambatkan melalui kabel, bukan berupa data 1 dan 0.

Instalasinya pun simpel, relatif gampang dibanding IP camera. Tidak dibutuhkan pemahaman lebih di bidang IT. Cukup dengan menarik kabel coaxial dan power kamera. Setelah itu pasang kamera pada posisinya, power up, dan masukan output kamera ke monitor (atau ke DVR), video output langsung bisa dilihat. Cara mengkrimping konektor BNC pun terbilang cukup mudah, karena hanya ada 2 pasang kawat yang terdapat pada kabel coaxial, yaitu kawat inti dan pelindungnya. cctv analog dengan monitor

Walaupun DVR memproses lagi sinyal video secara digital, tetap sistem tersebut disebut dengan sistem cctv analog. Kemudahan instalasi masih tetap menjadi kelebihan cctv analog walaupun sistem menggunakan 4, 8, 9, atau bahkan 16 kamera sekalipun. Semua kabel coaxial ditarik ke DVR. Dengan kemudahan instalasi ini pula maintenance jadi lebih mudah.

cctv analog with dvr

Kualitas gambar video tergantung pada kualitas kabel coaxial yang digunakan. Gambar masih bisa ditangkap dengan baik pada jarak 250 meter jika kabel coaxial berkualitas bagus. Jika masih diperlukan jarak yang lebih panjang lagi, katakanlah 1 – 2 Km, BALUN bisa menjadi alternatif sebagai pengganti coax dan tentunya dengan menambahkan device dan kabel UTP CAT5.

Berbeda dengan IP camera, setiap kamera pada sistem ini harus mempunyai ID unik. ID berupa IP Address ini harus di rencanakan alokasinya per kamera dari awal. Dan pemberian/pengaturan IP Address ini menurut pendapat saya harus dilakukan sebelum semua kamera dipasang. Pengaturan IP Address tidak semudah membalikan tangan untuk sebagian orang (baca: banyak teknisi). Diperlukan pengetahuan di bidang jaringan komputer (IT).

sistem ip camera

Proses krimping kabel UTP CAT 5 pun tidak semudah pada cctv analog. Diperlukan pengetahuan tambahan tentang urutan warna kabel jaringan (baca disini selengkapnya tentang hal tersebut). Setelah kamera dipasang dan di power up, tidak serta merta gambar langsung keluar pada monitor komputer yang digunakan sebagai konfigurator. Selain memastikan IP Address, juga harus menjalankan program yang tepat untuk melihat hasil gambar IP camera.

IP address default atau bawaan pabrik pada IP camera biasanya diset pada DHCP (otomatis) alias tidak diketahui. Untuk mengidentifikasinya setiap vendor IP camera menyertakan software IP installer yang berfungsi untuk mengatur dan mendeteksi IP Address pada kamera. Menurut pengalaman saya, software inipun relatif sulit untuk digunakan.

Maksimum panjang kabel pertarikan adalah 100 meter, mengikuti kaidah jaringan komputer. Tidak seperti cctv analog, kabel UTP CAT 5 tidak harus ditarik ke alat perekam (NVR/Network Video Recorder). Cukup ditarik ke hub/switch terdekat.

sistem ip camera with hub

Maksimum IP camera dalam satu sistem tergantung pada spesifikasi hardware alat perekam. Ada factory yang menyebutkan maksimal 32 kamera, dengan catatan tambahan, masih bisa dikembangkan jika hardware server yang digunakan sangat tinggi. Alat perekam pada IP camera disebut dengan NVR (Network Video Recorder). Ada 2 tipe NVR, yaitu PC Based (berupa software yang diinstalkan ke PC server), dan hardware based.

Kelebihan IP camera dibanding cctv analog adalah gambar hasil rekaman dan live view sangat bagus, karena mengunakan resolusi tinggi contoh: 1280 x 1080, bandingkan dengan cctv analog yang mentok di D1 (720 x 576). Pada resolusi tersebut, hasil rekaman dan live view berjalan pada frame rate tinggi, sedangkan cctv analog maksimal frame rate D1 adalah 7,5 fps. Kebanyakan cctv analog diatur pada resolusi CIF (360 x 288) supaya frame rate yang dihasilkan tinggi. Konsekuensinya hasil rekaman menjadi pecah saat di zoom.

Kelebihan berikutnya adalah fleksibilas instalasi. Tarikan kabel tidak harus jatuh di alat perekam (NVR). Cukup ke hub/switch terdekat. Yang terpenting adalah IP camera dan NVR berada pada satu segment jaringan. Selain itu fitur PoE (Power over Ethernet) memudahkan manajemen daya tepatnya power supply kamera. Installer cukup menarik satu kabel UTP CAT5 untuk satu IP camera, tidak perlu menyediakan outlet power untuk adaptor. PoE selain merambatkan data, juga merambatkan power terdistribusi. PoE ini ada yang berupa injektor, atau ada pula yang sudah built-in dengan hub/switch.

IP Camera atau Internet Protokol Camera merupakan teknologi cctv terbaru yang berbasis internet saat ini. Tidak heran saat ini banyak masyarakat luas lebih memilih teknologi CCTV IP Camera daripada CCTV camera analog.

Kelebihan dari CCTV IP Camera ini adalah kita dapat memantau atau mengamati suatu objek atau tempat baik untuk keamanan, memonitoring situasi maupun digunakan sebagai live view pada website. Teknologi ini sedikit lebih baik daripada penggunaan CCTV yang memiliki keterbatasan dalam jarak atau area pemantauan.

Untuk bisa memanfaatkan IP camera, Anda setidaknya membutuhkan sedikit pengetahuan tentang apa itu IP camera dan bagian-bagiannya, cara mengoperasikan IP Camera, serta bagaimana membuat jaringan IP camera yang akan digunakan. Jika Anda telah terbiasa dengan jaringan komputer tentunya akan lebih mudah.

Pertama, IP camera terdiri atas lensa, sensor gambar (CCD atau CMOS), kemudian prosesor untuk mengolah dan mengompresi gambar yang diterima. Setelah itu juga terdapat micro computer dan ethernet, input-output untuk mengontrol lensa dan audio.

IP camera terdiri atas beberapa jenis. Jenis-jenis IP camera diantaranya fix IP camera, dome IP camera dan PTZ atau Pan, Tilt and Zoom. IP camera sendiri terbagi dua jenis yaitu yang menggunakan kabel atau wire IP camera dan non-kabel atau wireless IP camera. Sekalipun mirip dengan CCTV namun IP camera berbeda dengan CCTV. CCTV merupakan kamera analog yang dapat langsung dihubungkan ke televisi menggunakan VCR atau Video Casette Recorder. Sedangkan IP camera outputnya sudah dalam bentuk digital dan bisa langsung dihubungkan dengan jaringan komputer.

Secara sederhana, cara kerja IP camera adalah lensa menangkap objek kemudian diproses oleh CCD atau sensor gambar, kemudian dikirimkan ke rangkaian pengolah gambar yang digerakkan oleh DSP Prosesor. Dimana gambar disini diproses, dicompresi ukurannya agar tidak terlalu besar. Setelah itu gambar dikirim ke mikrokomputer dan ethernet yang terhubung dengan jaringan internet. Untuk itu Anda juga membutuhkan alamat IP yang disetting berbeda-beda pada masing-masing merek IP camera.

Kemudian untuk mengakses IP camera yang telah terinstalasi Anda bisa memanfaatkan berbagai web browser seperti Chrome, Opera atau Mozilla. Caranya cukup mudah, sama seperti sedang mengakses suatu web. Yaitu dengan mengetik alamat IP camera pada web browser yang biasa Anda gunakan. Tentunya hal itu baru bisa dilakukan jika IP camera telah aktif. Jadi, secara umum IP camera sangat mudah diakses dan dikendalikan dari jarak jauh sekalipun.

Cara kerja IP camera tidak sulit untuk dipahami bukan? Anda bahkan bisa mengaktifkan banyak IP camera untuk berbagai kebutuhan. Tentunya jika Anda menggunakan atau mengelola IP camera dalam jumlah banyak Anda membutuhkan software khusus. Sehingga Anda bisa mengakses berbagai IP camera secara simultan untuk merekam berbagai gambar dalam bentuk video dan audio dari berbagai lokasi atau objek.

Itulah pengertian IP Camera CCTV dan cara kerjanya, setelah anda memahaminya dan mengetahui kelebihan menggunakan cctv ip camera dalam memontoring, apakah masih ingin memakai camera analog atau beralih ke CCTV IP Camera ?